AWET HINGGA 100 TAHUN! JOKOWI BANGUN JEMBATAN LENGKUNG PERTAMA
Masa kepemimpinan Presiden Jokowi diguyuri dengan banyaknya proyek strategis nasional, salah satunya pembangunan Jembatan Sei Alalak di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Pembangunan Jembatan Sei Alalak Sepanjang 850m yang bertepatan di Kalimantan Selatan dinyatakan sudah rampung dan diresmikan sejak tahun 2021.
Saat ini, progres konstruksinya telah mencapai 100 persen rampung dan juga direncanakan selesai pada September 2021 lalu sebagaimana dikutip HarianHaluan.com dari pu.go.id.
Menteri PUPR, Basuki mengatakan bahwa hadirnya jalan nasional dan jembatan diharapkan dapat mendukung kesejahteraan masyarakat setempat dan kegiatan ekonomi kawasan.
Tidak hanya itu, jembatan ini juga dapat mengefisienkan biaya logistik dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah sekitarnya, serta menciptakan berbagai sentra ekonomi baru.
“Keberadaan Jalan Lintas Kalimantan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi kawasan di sekitarnya dimana jalan tersebut melewati area perkebunan seperti sawit, karet dan pertambangan. Jadi akan mempercepat transportasi logistik,” ujar Menteri Basuki.
Sebelumnya, Jembatan Sei Alalak yang dioperasikan akan dilaksanakan laik fungsi jembatan dan uji laik fungsi jalan.
Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi dan keamanan jembatan bisa dilalui oleh kendaraan sesuai dengan peruntukannya.
"Saya berpesan, agar setelah diresmikan jembatan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk membangkitkan dan memajukan kegiatan-kegiatan produktif di masyarakat sehingga dampaknya betul-betul dapat dirasakan oleh rakyat," ujar Presiden Jokowi.
Jokowi mengatakan bahwa Jembatan Sei Alalak yang dibangun dengan menggunakan dana Rp278,4 miliar dilengkapi inovasi dan teknologi tinggi.
Kelebihan dari Jembatan Sei Alalak ini ternyata mampu tahan gempa yang diperkirakan awet hingga 100 tahun kedepan.
Diketahui Jembatan yang bertipe cable stayed dengan struktur melengkung pertama di Indonesia.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, Jembatan Sei Alalak dibangun untuk menggantikan Jembatan Kayu Tangi 1 yang telah berusia sekitar 30 tahun.
Pengganti Jembatan yang lama menjadi jalur utama akses Kota Banjarmasin dengan berbagai wilayah di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
Semakin diperkuat oleh pernyataan resmi dari Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa Jembatan yang dibangun oleh kontraktor PT Wijaya Karya-Pandji, KSO.
PT Wijaya Karya-Pandji, KSO yang menggunakan anggaran dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN/ Sukuk Negara) merupakan salah satu destinasi wisata yang instagramable di Kota Banjarmasin.

Comments
Post a Comment